Ditulis
oleh : rnanda.kelas III ALY MDHY,kamar
Talun
Parfum
itu kecil kecil cabe rawit, sekali semprot bisa membawa kita menuju kenangan
masa lalu, dari nostalgiia mantan sampai wangi baju lebaran. Tapi parfum bukan
cuma soal biar nggak bau ketiak, lho dibalik aromanya ada sejarah ribuan tahun,
sains dan maskna sosial yang nggak kita sadari.tulisan ini membahas sisi
tersembunyi dari parfum, biar kamu nggak cuman wangi tapi, juga paham apa yang
bikin aroma itu punya makna.
Parfum
tuh bukan produk zaman now, dia udah eksis sejak manusia masih percaya bumi
datar. Di Mesir kuno, parfum dipaki buat ritual; biar roh tenang, dan mayat
tetap wangi di akhirat. Bangsa Arab ngegasin ilmu penyulinagn aroma, sementara
Romawi dulu nyemprot parfum bukan ke badan,tapi ke air mandi dan tirai rumah.
Dari dupa sampai botol kaca, sejarah parfum itu panjang banget. Semua peradaban
besar kayaknya sepakat satu hal, “Hidup itu harus wangi, walau zaman masih
pakai sandal jerami”.
Lucunya,
dulu parfum bukan Cuma simbol kebersihan, tapi juga status, yang bisa pakai
wewangian ekslusif, biasanya para bangsawan, pendeta, atau orang kaya yang
punya akses ke bahan langka. Jadi kalau zaman sekarang, kamu bisa semprot body
mist sebelum berangkat sekolah, selamat !!! kamu udah ngalahin bangsawan Romawi
dalam hal mobilitas aroma
Parfum itu
bukan sulap, tapi nyaris aja. Proses bikin satu aroma kece bisa makan waktu
berbulan-bulan,bahkan tahunan. Bahan bakunya macem-macem; dari bunga, kayu,
sampai.....kelenjar rusa. Tapi sekarang banyak yang pakai aroma sintetis biar
lebih ramah lingkungan dan ramah dompet juga.
Yang bikin
parfum kerasa hidup itu karnadia punya tiga lapisan; Top note (Wangi
pembuka yang langsung nyamber), middle note (inti aroma yang stabil) dan
Base note (aroma yang tahan lama,
kayak kenangan yang bikin kamu susah Move on). Jadi kalau kamu semprot parfum
dan aromanya berubah-ubah seiring waktu, itu bukan error, tapi memang sebuah
skenario yang dirancang si pembuat parfum.
Setiap orang
juga punya bau khas yang bisa di-upgarde pakai parfum. Mau keliatan
kalem, misterius, atau elegan? Tinggal pilih aroma yang sesuai, nggak heran
kalau banyak orang bilang; “Parfum itu cara paling sunyi buat nunjukin siap
kita, tanpa harus ngomong sepatah kata”.
Kita kadang
terlalu fokus ke wangi luar ,sampai lupa nyari makna dibaliknya, padahal setiap
aroma punya cerita, entah itu hasil dari bunga yang dipetik sebelum matahari
terbit, atau tercipta dari sebuah Laboratorium yang nyoba 300 kali demi satu
campuran pas, parfum bukan Cuma soal harum (wangi) saja, tapi juga tentang
selera, suasana hati , bahkan cara kita dikenang orang lain.
Jadi.
Lain kali kalau kamu nyemprot parfum, coba resapi, ini bukan cuma cairan wangi,
tapi identitas, sejarah dan pilihan personal, gunakan secukupnya, pilih
sesuai vibes kamu, dan biarkan aroma berbicara saat mulut memilih
diam, karena kadang yang paling nempel bukan kata-kata.