(PUISI) FITNAH SARUNG

Oleh:Dede Hy 05

Tuhan......

Yang aku tau dariMu adalah.....

Engkau tidak melihat merek sarung hambaMu

Mereka yang menjumpaiMu dengan sarung BHS

Tapi Kau bilang....

Amalnya seharga sarung samarinda

Dan mereka yang menjumpaimu denga sarung engkau malah berkata ...

BHS tidak ada harganya untuk menilai amal mereka

Hanya kepadaMu aku berlindung

Dari segala macam fitnah sarung.



 

(PUISI) JEJAK YANG TAK TERLIHAT


 

Oleh rnanda III aly MDHY

Dibalik semerbak yang samar dan diam

Tersimpan kisah ketenangan dalam harum yang dalam

Bukan sekedar bau yang dikulit dan malam

Tapi ingatan yang dalam menetap disetiap malam

 

Ia lebih dari botol kaca yang padam

Ia nyayian sunyi,tak ter dengar namun menyamankan alam.

Dari pesta hingga perpisahan dari rindu hingga dendam

Harum itu adalah bahasa tanpa kata tanpa salam

 

Dari sini kita menyelami jejek jejak yang diam

Tengtang sejarah makna dan keindahan yang tak pernah padam

Kareana parfum bukan sekedar aroma yang hilang dalam malam

Ia adalah kenangan yang pulang dalam diam

SETETES AROMA SEJUTA CERITA

     

Ditulis oleh : rnanda.kelas III  ALY MDHY,kamar Talun

Parfum itu kecil kecil cabe rawit, sekali semprot bisa membawa kita menuju kenangan masa lalu, dari nostalgiia mantan sampai wangi baju lebaran. Tapi parfum bukan cuma soal biar nggak bau ketiak, lho dibalik aromanya ada sejarah ribuan tahun, sains dan maskna sosial yang nggak kita sadari.tulisan ini membahas sisi tersembunyi dari parfum, biar kamu nggak cuman wangi tapi, juga paham apa yang bikin aroma itu punya makna.

    Parfum tuh bukan produk zaman now, dia udah eksis sejak manusia masih percaya bumi datar. Di Mesir kuno, parfum dipaki buat ritual; biar roh tenang, dan mayat tetap wangi di akhirat. Bangsa Arab ngegasin ilmu penyulinagn aroma, sementara Romawi dulu nyemprot parfum bukan ke badan,tapi ke air mandi dan tirai rumah. Dari dupa sampai botol kaca, sejarah parfum itu panjang banget. Semua peradaban besar kayaknya sepakat satu hal, “Hidup itu harus wangi, walau zaman masih pakai sandal jerami”.

    Lucunya, dulu parfum bukan Cuma simbol kebersihan, tapi juga status, yang bisa pakai wewangian ekslusif, biasanya para bangsawan, pendeta, atau orang kaya yang punya akses ke bahan langka. Jadi kalau zaman sekarang, kamu bisa semprot body mist sebelum berangkat sekolah, selamat !!! kamu udah ngalahin bangsawan Romawi dalam hal mobilitas aroma

    Parfum itu bukan sulap, tapi nyaris aja. Proses bikin satu aroma kece bisa makan waktu berbulan-bulan,bahkan tahunan. Bahan bakunya macem-macem; dari bunga, kayu, sampai.....kelenjar rusa. Tapi sekarang banyak yang pakai aroma sintetis biar lebih ramah lingkungan dan ramah dompet juga.

    Yang bikin parfum kerasa hidup itu karnadia punya tiga lapisan; Top note (Wangi pembuka yang langsung nyamber), middle note (inti aroma yang stabil) dan Base note (aroma yang tahan  lama, kayak kenangan yang bikin kamu susah Move on). Jadi kalau kamu semprot parfum dan aromanya berubah-ubah seiring waktu, itu bukan error, tapi memang sebuah skenario yang dirancang si pembuat parfum.

    Setiap orang juga punya bau khas yang bisa di-upgarde pakai parfum. Mau keliatan kalem, misterius, atau elegan? Tinggal pilih aroma yang sesuai, nggak heran kalau banyak orang bilang; “Parfum itu cara paling sunyi buat nunjukin siap kita, tanpa harus ngomong sepatah kata”.

    Kita kadang terlalu fokus ke wangi luar ,sampai lupa nyari makna dibaliknya, padahal setiap aroma punya cerita, entah itu hasil dari bunga yang dipetik sebelum matahari terbit, atau tercipta dari sebuah Laboratorium yang nyoba 300 kali demi satu campuran pas, parfum bukan Cuma soal harum (wangi) saja, tapi juga tentang selera, suasana hati , bahkan cara kita dikenang orang lain.

    Jadi. Lain kali kalau kamu nyemprot parfum, coba resapi, ini bukan cuma cairan wangi, tapi identitas, sejarah dan pilihan personal, gunakan secukupnya, pilih sesuai vibes kamu, dan biarkan aroma berbicara saat mulut memilih diam, karena kadang yang paling nempel bukan kata-kata.

PARFUM DAN MANFAATNYA

        
     Memakai wewangian atau parfum bagi sebagian orang adalah hal yang perlu diperhatikan bahkan, mereka menganggapnya sebagai kebutuhan yang sekunder yang perlu untuk di penuhi, mereka menganggap dari aroma wangi yang melekat dalam tubuhnya sebagai identitas dirinya, juga dari aromannya bisa diketahui karakter dari pemakai nya dan tak hanya mengtuntungkan bagi pengguna nya sendiri, namun sekitarnya juga merasakan dampak baiknnya.

    Banyak dari kita bersikap apatis mengenai parfum menghiraukan nya karena dinggap tidak terlalu penting untuk dipakai atau faktor lain karna harganya yang terlalu mahal sehingga hal tersebut dianggap sebagai pemborosan. Padahal tanpa disadari aroma wangi yang sering kali dilupakan itu terselip manfaat yang tersembunyi .

    Aroma wangi memiliki daya tarik tersendiri, ibarat bunga ia paling diminati oleh kupu-kupu atau lebah menandakan bunga tersebut memiliki karalkter yang berbeda dari bunga lainnya. Begitupun kita, orang cenderung lebih nyaman berhadapan dengan orang yang wangi dan biasanya yang wangi tak lepas dari bersih, bersih adalah pelengkap dari adanya wangi. Seperti yang diungkapkan oleh imam as-syafi’i

من نظف ثوبه قل همه ومن طاب ريحه زاد عقله

Bersihnya pakaian dapat mengurangi rasa gelisah dan wanginya seseorang dapat menambah kecerdasan”

    

    Dari sini dapat kita pahami wangi dan bersih adalah hal yang berkorelasi dan konklusif.  Kebersihan dan aroma diri akan membangun citra dan identitas siapa diri kita yang sebenarnya misal seoarang memakai parfum yang condong memiliki karekter manis,biasanya pemakainya memiliki karakter yang kalem dan pendiam atau condong dengan parfum yang bertipe segar biasanya berwatak energik dan penuh semangat. Mood kita juga bisa dipengaruhi oleh dari aroma yang melekat dari tubuh kita, semakin kita bisa menjaga kebersihan dan aroma tubuh semakin stabil mood kita setiap harinya. Bedakan saja dengan seseorang yang lusuh dan bau, biasanya dari penampilan yang sedemikian rupa adalah orang yang pemalas dan tidak bergairah menjalani kehidupan. Disamping itu keberadaan mereka sedikit mengganggu kenyamanan sekitarnya karena aroma tubuh yang tidak sedap dan menyengat yang berasal darinya, Orang-orang juga akan sungkan untuk menegurnya karena khawatir hal tersebut akan menyinggung dan merendahkan nya.  

    Dari qoulnya Imam As-Syafi’i bisa kita ambil aroma wangi dan kebersihan tubuh kita mampu memicu kinerja memori otak, sinyal otak saat menerima aroma wangi akan merensponnya sebagai alat relaksasi dan menyenangkan dan menenangkan, sehingga kondisi otak akan lebih mudah menginput apa yang sedang diingat. dikarenakan kondisi otak dalam keadaan yang tenang menciptakan keadaan hati yang rileks.

    Dari hal yang sering kali kita abaikan itu, ternyata ada banyak manfaat yang tersirat yang tidak langsung kita rasakan dampaknya, jadi mulai hari ini marilah kita mulai menata ulang kembali diri kita agar terbentuk pribadi yang terdidik dan berkarakter. Sekian.

Modifikasi dakwah dalam Pencak Silat

Oleh:Ahmad Ya’lu wala Yu’la ‘A

Pencak silat dikenal publik sebagai bela diri asli indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri dikalangan masyarakat, karena memiliki corak yang khas asli indonesia, corak yang dibentuk dari akulturasi seni, budaya, olahraga dan didukung aspek spiritual yang disatukan dalam diri pencak silat, maka tak heran bila seantero nusantara ini pencak silat memiliki banyak ragam yang berbeda menyesuaikan adat istiadat yang berlaku didaerahnya.

Sayangnya diera modern ini pencak silat mulai kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan dipandang sebelah mata. perlu kita akui, memang ada beberapa alasan yang mendukung hal tsb, seperti metode yang diajarkan yang masih terlalu masif dengan balutan senioritas seniornya dirasa sangat menakutkan untuk generasi anti bulliying saat ini juga adanya asumsi bahwa pencak silat adalah biang keonaran dan kerusuhan dari peristiwa yang pernah terjadi. Hal ini menjadi atensi bagi para santri yang sering kali terabaikan bahkan luput dari pengetahuan mengenai sejarah pencak silat, khususnya Pagar Nusa dan Gasmi.

Dalam perkembangannya Pencak Silat memiliki tempat khusus disudut pesantren, bukan hanya dalam sosiohistorynya atau hanya sebatas esktrakulikuler, lebih dari itu pencak silat yang tumbuh dari rahim pesantren adalah wadah untuk berdakwah. Dahulu memang guru kita membentuk organisasi pencak karena keprihatinan tentang surutnya dunia persilatan dipelataran pondok pesantren yang pada awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan pondok pesantren, namun hal tersebut telah tercapai dihari ini maka, langkah kita selanjutnya adalah memodifikasi agar pencat silat tetap eksis diera yang serba modern ini.

Dari permasalahan ini santri dituntut untuk mampu memodifikasi sistem yang berlaku dalam pencak silat bukan merubah sistem yang telah terlaku, salah satunya dengan mengedukasi dengan ilmu syariat dalam metode pendidikan pencak silat, dikarenakan diluar sana kebanyakan dari pengikut pencak silat adalah orang yang bisa dikatakan awam dari babakan agama, peran sentral seorang santri sangat dibutuhkan untuk mengintervansi pendidikan pencak silat, agar mereka tidak terobsesi bahwa pencak silat hanya untuk membela diri saja namun, juga harus ada jiwa yang musti diolah, ada rasa yang harus diasah dan ada nafsu yang perlu disanggah. semua hal ini bisa diperoleh dengan ngaji.     

Sebagai seorang santri terlebih santri lirboyo mustinya kita lebih bersyukur karena oleh guru kita telah dibukakan jalan selebar lebarnya melalui Pagar Nusa dan Gasmi yang berlatar belakang pesantren dan memiliki basis pengikut yang besar di bumi nusantara ini, yang mana mereka tak seberuntung kita memiliki kesempatan belajar dipesantren, namun mereka adalah orang orang yang pro dengan pesantren siap menjadi garda terdepan kala para kyai dan santri dalam keadaan yang tidak baik baik saja, sudah seharusnya kita mampu merangkul mereka agar sejalan dengan apa yang dicita citakan oleh guru kita dan kita sendiri juga dapat mengamalkan apa yang telah didawuhkan oleh guru kita.

Harapannya, kedepan langkah inisiatif & inovatif para santri dapat menyeluruh pada budaya yang bersinggungan langsung dengan pesantren, agar tradisi yang telah turun temurun itu tidak berjalan ditempat.

Teruntuk guru KH.Abdulloh Ma’sum Jauhari bin Abdulloh Jauhari Fadil, Al Fatihah....  


 

Literasi Dalam Kacamata Fiqh

Oleh:M.Ainurrofiq



Literasi seringkali diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis,hal ini sesuai dengan arti literasi dalam KBBI yakni:kemampuan membaca dan menulis.

Kita juga sering mendengardari guru atau dosen kita mengatakan kata “Literatur” yang merupakan derivasi dari kata literasi yang berarti tulisan/karangan,seperti perkataan “Literatur klasik”berarti karangan ulama’ terdahulu/kuno.

Lantas sebagai kaum santri bagaimana kita memandang literasi dalam perspektif fiqh?. Sebelum kesana perlu kita ketahui apa itu fiqh?.

Secara umum,dalam kitab-kitab klasik yang menjadi makanan kita sehari-hari disebutkan: Fiqh secara terminology adalah ilmi tentang hokum-hukum syariat yang bersifat amaliyah yang diambil dari dalil-dalil rinci baik Al-qur’an maupun hadist. Sehingga dapat disimpulkan: memandang literasi dalam kacamata fiqh berarti memandangnya secara hukum syariat.

Perspektif fiqh ini menjadi penting sebab ini menjadi penentu manusia bisa selamat di akhirat nanti atau justru sebaliknya sehingga ketika manusia mengetahui hukum suatu pekerjaan lalu ia menaatinya maka ia akan selamat,namun sebaliknya jika ia melanggar maka ia akan celaka.

Hukum berliterasi itu bergantung pada objek/sasaran literasi itu sendiri,artinya jika literasi kita artikan membaca dan objek yang kita baca adalah perkara yang wajib untuk dibaca/dipelajari seperti ilmu yang bersifat fardhu ‘ain(akidah,fiqh dan akhlak) maka membacanya hukumnya wajib apabila satu-satunya cara untuk mempelajari ilmu tersebut adalah dengan literasi/membaca. Sebaliknya,jika objeknya haram dibaca/dipelajari seperti ilmu sihir maka hukumnya haram,jika objeknya sunnah maka hukum membacanya sunnah seperti membaca al qur’an,jika fardhu kifayah maka hukum membacanya fardhu kifayah seperti ilmu kesehatan/kedokteran,ilmu matematika dst.

Begitu pula literasi dalam arti menulis,maka hukumnya bergantung pada objek dan tujuannya, apabila tujuannya perkara wajib seperti menulis dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar terhadap orang-orang fasiq atau kafir maka meulis literatur tersebut hukumnya wajib jika satu-satunya cara ampuh untuk menumpas kemungkaran adalah dengan literasi tersebut.

Dari sini kita dapat mengetahui pentingnya literasi khususnya bagi kalangan santri yang orientasinya adlah menyebarkan ilmu agama ditengah masyarakat umum. Apalagi di zaman modern ini,informasi lebih cepat menyebar melalui media sosial sehingga menjadi sarana belajar dan dakwah yang efektif bagi santri yang berkompeten dalam literasi.